Operasional
Follow Up Otomatis
Cara menyusun pengingat dan tindak lanjut otomatis supaya pelanggan kembali lagi tanpa harus diingat manual.

Satu pelanggan bisa bernilai jauh lebih besar dari sekadar satu kunjungan — kalau Anda menghubunginya lagi. Masalahnya, siapa yang ingat? Follow Up otomatis yang mengingat.
Apa yang bisa diotomatiskan
- Pengingat setelah kunjungan — kirim pesan beberapa hari setelah pelanggan datang.
- Pengingat jadwal berikutnya — untuk layanan yang perlu diulang berkala.
- Pengingat ulang tahun — pesan sederhana, dampaknya besar.
- Pengingat pelanggan pasif — hubungi yang sudah lama tidak datang.
Melihat daftar follow-up
- Buka menu Follow Up.
- Daftar menampilkan pelanggan yang perlu dihubungi, biasanya sudah lengkap dengan alasannya.
- Klik satu item untuk melihat detail dan mengirim pesan langsung.
Daftar ini diisi otomatis oleh sistem, berdasarkan aturan yang Anda aktifkan.
Membuat aturan otomatis
- Buka menu Automation.
- Klik Buat Aturan.
- Pilih pemicu — misal “7 hari setelah kunjungan” atau “pelanggan tidak datang 60 hari”.
- Pilih aksi — misal “kirim pesan WhatsApp” atau “tandai untuk follow-up”.
- Tulis isi pesannya.
- Aktifkan aturan itu.
Menulis pesan follow-up yang tidak terasa mengganggu
- Sebut hubungannya — “Terima kasih sudah datang bulan lalu” lebih baik daripada “Promo!”.
- Beri alasan menghubungi — tawarkan sesuatu yang memang relevan.
- Satu ajakan — langsung ke intinya.
- Jangan terlalu sering — satu follow-up per pelanggan per periode cukup.
Contoh aturan yang sering dipakai
| Pemicu | Aksi |
|---|---|
| 7 hari setelah kunjungan | Kirim pesan terima kasih + tanya pengalaman |
| 30 hari setelah layanan berkala | Ingatkan jadwal berikutnya |
| 60 hari tidak datang | Tawarkan penawaran kembali |
| Pelanggan baru belum bertransaksi | Kirim perkenalan dan informasi layanan |
Kesalahan umum
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Follow-up tidak jalan | Aturan belum diaktifkan | Cek status aturan di menu Automation |
| Pesan terkirim berkali-kali | Dua aturan dengan pemicu mirip | Gabungkan atau matikan salah satunya |
| Pelanggan merasa terganggu | Frekuensi terlalu sering | Longgarkan interval, kurangi jumlah aturan aktif |
| Pesan gagal terkirim | Nomor tidak valid | Bersihkan data nomor pelanggan |
Masih ada yang kurang jelas dari panduan ini?
Tanya Tim Rannu